Lewati ke konten utama

Teknologi

RTX Spark Resmi Rilis, Review Pertamanya Bilang Begini

NVIDIA RTX Spark resmi meluncur 16 Oktober 2026 dan embargo review sudah dibuka. GPU terintegrasinya jadi yang terkencang di laptop Windows, tapi CPU-nya menyimpan catatan. Ini rangkuman review pertamanya.

1 Tayangan
Laptop ASUS ProArt dengan chip NVIDIA RTX Spark menyala, ilustrasi kecerdasan buatan lokal

NVIDIA RTX Spark akhirnya resmi rilis pada 16 Oktober 2026 kemarin. Bareng peluncurannya, embargo review juga dibuka di hari yang sama, jadi media teknologi dunia langsung berlomba menurunkan hasil pengujian unit produksinya.

Artikel ini adalah lanjutan dari kabar pre-order yang kami tulis pekan lalu. Bedanya, kali ini kita tidak lagi bicara janji di atas kertas, melainkan angka hasil tes betulan.

Singkatnya begini. GPU-nya luar biasa, baterainya awet banget, tapi CPU-nya menyimpan satu catatan penting. Mari kita bedah satu per satu.

GPU terintegrasinya jadi yang terkencang di laptop Windows

Bagian grafis adalah panggung utama RTX Spark, dan para reviewer sepakat soal ini.

Di 3DMark Time Spy Extreme, chip N1X mencetak skor 6.060. Pembandingnya, AMD Ryzen AI Max+ 395 (Strix Halo) hanya 4.689 dan chip mobile Intel tercepat 3.226. Di Steel Nomad angkanya 2.912 lawan 1.895 milik AMD dan 1.483 milik Intel. Begitu masuk ray tracing (Solar Bay), jurangnya makin lebar, 10.594 lawan 6.047. Semua angka ini dirangkum TechTimes dari pengujian ComputerBase, HotHardware, dan Tom's Guide.

Yang lebih menarik, ini bukan cuma angka sintetis. Trusted Reviews menguji Cyberpunk 2077 di resolusi 1080p pengaturan Ultra dan dapat rata-rata hampir 70 fps. Itu angka yang playable banget untuk game seberat itu, apalagi diraih dalam bungkus daya 60 sampai 80 watt. Naik ke QHD turun ke sekitar 47 fps, dan ray tracing berat di 1080p mentok sekitar 30 fps. Di situ batas bandwidth memorinya mulai kelihatan.

Efisiensinya juga dipuji. ComputerBase mencatat platform ini lebih dari dua kali lipat lebih efisien dibanding laptop RTX 5070 diskrit yang dipasangkan dengan CPU x86 di daya sekitar 60 watt. Alasannya sederhana, GPU diskrit saja sudah makan minimal 50 watt, sehingga nyaris tidak ada sisa bujet daya buat CPU.

Baterainya tembus 14,5 jam, performa tidak disunat saat dicabut

Efisiensi di atas diterjemahkan jadi satu hal yang paling terasa sehari-hari, baterai.

HotHardware menguji Surface Laptop Ultra dan mencatat 14 jam 35 menit untuk pemutaran video. Yang lebih penting, laptopnya mengeluarkan performa penuh saat pakai baterai, tidak cuma saat dicolok charger. Microsoft sendiri mengklaim 15 jam untuk pemakaian tipikal.

Buat konteks, ini laptop Windows on Arm yang performanya tidak disunat saat dicabut dari colokan. Itu hal yang dulu cuma dimiliki MacBook.

Catatannya ada di CPU

Nah, ini bagian yang bikin review-nya tidak berat sebelah. CPU RTX Spark memakai core ARM generasi 2024, dan umurnya kerasa.

Di Geekbench 6.5, chip 20 core ini mencetak 3.085 single-core dan 19.313 multi-core menurut Trusted Reviews. Multi-core-nya memang buas, tapi single-core-nya tertinggal dari Apple M5 Pro. Notebookcheck yang menguji ProArt P16 menyimpulkan CPU-nya solid untuk produk generasi pertama, tapi efisiensinya masih menyisakan ruang perbaikan, dan di Photoshop M5 Pro jelas lebih unggul berkat CPU yang lebih kencang.

Jadi kalau kerjaanmu sangat bergantung pada single-core mentah, misalnya compile berat atau olah foto batch besar, ini bukan chip yang paling kencang di kelasnya. Tapi kalau kerjaanmu multi-threaded, 20 core-nya tetap galak.

Alasan sebenarnya chip ini ada, AI lokal

Semua benchmark di atas pada akhirnya cuma pemanasan buat satu hal, AI yang jalan langsung di laptop.

RTX Spark memakai memori unified sampai 128 GB. Artinya RAM sistem adalah juga VRAM, tidak ada salin-menyalin lambat antara memori CPU dan GPU seperti di PC biasa. Model AI 70B versi 4-bit muat jalan on-device, dan CUDA tetap jalan normal. Bandwidthnya 300 GB/s, memang di bawah Apple M4 Max yang sekitar 540 GB/s, tapi tidak ada kartu GeForce di pasaran yang bisa menampung model sebesar itu.

The Register menguji lima model bahasa (26 sampai 122 miliar parameter) pakai Llama.cpp di HP OmniBook Ultra, dan RTX Spark mengungguli Strix Halo di semua skenario chatbot yang mereka uji. NPU 55 TOPS-nya sendiri dikunci untuk Copilot+, jadi kerja AI generatifnya memang ditopang GPU.

Satu detail penting, memorinya di-solder. Kapasitas yang kamu beli di hari pertama adalah kapasitas laptop itu selamanya. Dan di platform ini, tier memori adalah spesifikasi yang paling menentukan segalanya, karena RAM juga adalah VRAM.

Gaming di Windows on Arm makin beres

Kabar baik buat gamer, kompatibilitas game jauh lebih baik dibanding era awal laptop Snapdragon.

Game dengan anti-cheat yang dulu jadi momok di Windows on Arm kini berjalan native sejak hari pertama, termasuk CS2, Dota 2, Fortnite, Marvel Rivals, dan Rocket League. Call of Duty menyusul tahun 2027. Memang belum semua game beres, tapi situasinya jauh lebih baik dibanding dua tahun lalu.

Harganya, dan kabar dari Indonesia

Harga globalnya mulai 2.599 dolar AS (sekitar Rp43 jutaan) untuk Surface Laptop Ultra dan ASUS ProArt P14 varian 24 GB. Konfigurasi tertinggi Surface Laptop Ultra 128 GB tembus 5.899 dolar AS. ProArt P16 mulai 2.799 dolar AS.

Untuk Indonesia, angkanya masih memakai pengumuman pre-order kemarin, ProArt P14 Rp79.999.000 dan P16 Rp112.999.000, karena liputan review berbahasa Indonesia belum muncul sampai artikel ini ditulis. Pre-order-nya sendiri berakhir 23 Oktober 2026, jadi hitungannya tinggal hitungan hari.

Verdict, buat siapa laptop ini

Rangkuman dua sisinya begini.

Beli kalau kamu kreator, AI developer, atau engineer yang butuh AI lokal serius, baterai awet, dan GPU kencang dalam satu mesin Windows. Paket keseluruhannya sangat menarik buat kerja AI dan konten.

Pikir dua kali kalau prioritasmu adalah CPU single-core terkencang, budget terbatas, atau kamu butuh kompatibilitas software Windows yang 100 persen beres hari ini.

Penutup, perspektif dari dompet kita

Sekarang mari jujur-jujuran soal harga. Rp79.999.000 buat satu ProArt P14. Dengan uang segitu, kamu bisa memboyong belasan unit ThinkPad T14 bekas berkualitas di katalog kami, yang buat kerja kantoran, coding, dan kuliah sudah lebih dari cukup.

RTX Spark memang masa depan yang menggiurkan, tapi masa depan itu harganya masih masa depan juga. Buat kebutuhan hari ini, laptop bisnis bekas yang waras seringkali keputusan yang lebih waras.

Cek katalog laptop bekas pilihan kami di sini, siapa tahu jodohmu bukan yang Rp79 juta.

Topik#NVIDIA#RTX Spark#laptop AI#review laptop

Tentang penulis

Rasyid Firdaus 482

Berbagi panduan praktis seputar laptop kerja dan teknologi berdasarkan kebutuhan pengguna, kondisi perangkat, dan pengalaman operasional Kurocomputer.

Lanjut membaca

Menu